Oleh: Dr. Abuya Shiddiq
Sekretaris Jenderal Partai Gerakan Reformasi (PGR)
Partai politik pada hakikatnya hanyalah sebuah organisasi. Ia tidak memiliki sifat baik ataupun buruk dengan sendirinya. Baik, buruk, bahkan rusaknya sebuah partai sangat ditentukan oleh integritas pemimpin, pengelola, dan seluruh kader yang menggerakkannya.
Karena itu, partai politik harus tetap istiqamah dan konsisten menjalankan platform, visi, dan misinya sebagai sarana pengabdian kepada bangsa dan negara. Partai bukanlah kendaraan untuk memburu jabatan, membagi-bagi proyek, atau menjadi tempat lahirnya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme. Sebaliknya, partai harus menjadi jembatan amal saleh dalam membangun keadilan, kesejahteraan, dan kemajuan Indonesia.
Memang tidak sedikit masyarakat yang pesimistis terhadap partai politik. Sikap tersebut lahir dari berbagai pengalaman dan praktik politik yang mengecewakan. Namun demikian, dalam sistem ketatanegaraan Indonesia yang berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pemimpin nasional, baik Presiden, anggota DPR, DPRD, maupun kepala daerah, pada umumnya lahir melalui mekanisme politik dan pemilihan umum yang demokratis.
Oleh sebab itu, yang perlu diperbaiki bukanlah menolak keberadaan partai politik, melainkan memperkuat kualitas partai agar menjadi institusi yang bersih, demokratis, transparan, serta mampu melahirkan pemimpin yang amanah dan berintegritas.
Indonesia membutuhkan partai-partai yang mengedepankan pendidikan politik, kaderisasi, dan pengabdian kepada rakyat. Pemimpin bangsa harus dipilih berdasarkan kapasitas, rekam jejak, integritas, dan komitmen terhadap kepentingan nasional, bukan semata-mata karena popularitas atau kekuatan modal.
Semoga seluruh partai politik di Indonesia mampu menjadi pilar demokrasi yang sehat, menjaga persatuan bangsa, menghormati konstitusi, serta mengutamakan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
“Partai boleh berbeda, tetapi tujuan akhirnya harus sama: mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, bermartabat, dan berdaulat.”
Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin. 🤲🇮🇩


















0 Comments